Jembatan Kayu Menuju Obyek Wisata Pantai Syahrit Memprihatinkan

MANSEL,ptc.com-Jembatan Kayu menuju obyek wisata Pantai Syahrit di distrik Momi Waren Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) nyaris roboh.

Balok dan papan penyangga jembatan tersebut mulai rapuh dimakan usia. Kondisi jembatan yang kabarnya dibangunt swadaya oleh masyarakat tersebut tidak setegak dulu lagi, mulai miring dan beberapa papan sudah patah.

Jika dibiarkan maka kemungkinan robohakan terjadi mengingt pengunjung ke lokasi tersebut terus berdatangan baik hari biasa, apa lagi liburan tiba.

Niko Kateri, warga yang mendiami sekitar lokasi pantai Syahrit kepada media ini belum lama ini mengaku sudah sering orang dari dinas Pariwisata datang foto jembatan tersebut, namun realisasi pembangunan jembatan tak kunjung juga dilakukan.

“Tolong diperbaiki. Mereka sering datang kemari foto-foto , saya tegur dorang bah.. kam.. tinggal foto-foto terus, jembatan ini sukering sedikit lagi roboh. Dong bilang oh ya bapak habis ini kita kerja. katanya dari dinas pariwisata,”kisa Kateri.

Tidak meminta banyak, Kateri berharap dibuatkan jembatan seperti semula yakni terbuat dari kayu agar tidak habiskan anggaran banyak. “Pentingya jembatan ini orang bisa lewat itu aman. Tidak takut-taku,”ujarnya.

Disamping itu, Kateri juga menyoroti keberadaan dua bangunan Kamar Mandi Umum yang dibangun dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mansel namun hingga saat ini belum digunakan lantaran belum ada air.

“Saya tinggal disini sudah lama. WC umum itu kalau tidak salah dibangun 2017 dan 2018. Harapan saya itu sudah dibangun dipakai ka. Tapi selama ini tidak dipakai. Maksutnya mereka harus datang serahkan kunci agar orang datang kepantai bisa pake. Tolong dorang taro ember sama gayung saja krena belakang kamr mandi ini langsung ada air to.. tidak perlu ada mesin air lagi, tapi bangun itu sudah ditutup rumput bgitu saja,”tandas Kateri.

Ia juga menambahkan sejauh ini pengunjung ke obyek wisata tersebut makin banyak dan pengunjung yang datang tidak dipungut biaya alias gratis. “Belum ada pungutan, masih gratis,”[mdr]